Pencerah Nusantara

TIGA TAHUN PENCERAH NUSANTARA : KOLABORASI LINTAS SEKTORAL UNTUK PEMBANGUNAN KESEHATAN DAERAH 
Oleh 
Fitriana Puspitarani
(Alumni Pencerah Nusantara VI Muara Enim)

Pencerah Nusantara adalah sebuah inovasi bidang kesehatan yang berfokus pada penguatan layanan kesehatan primer di daerah bermasalah kesehatan di Indonesia. Program ini diinisiasi oleh Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI), organisasi masyarakat sipil yang berkomitmen untuk percepatan pencapaian indikator-indikator pembangunan nasional, khususnya di bidang pembangunan kesehatan dan pemberdayaan pemuda. 

Pada praktiknya, Pencerah Nusantara menjadi wadah bagi tenaga muda profesional di bidang kesehatan seperti dokter, bidan, perawat, ahli kesehatan masyarakat dan pemerhati kesehatan dari latar belakang non-kesehatan, untuk memperkuat layanan kesehatan primer (Puskesmas) serta optimalisasi upaya pelayanan kesehatan promotif dan preventif. Upaya di atas diikuti oleh kegiatan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan lokal, pemberdayaan masyarakat, dan pelibatan pemangku kepentingan lintas sektor untuk melakukan perubahan yang berkelanjutan.

Sejak tahun 2016-2019, Pencerah Nusantara membuktikan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam program pengabdiannya yang tersebar di 8 wilayah di Indonesia, salah satunya Muara Enim. Peran berbagai profesi kesehatan dalam mendukung upaya promotif, preventif, dan kuratif dapat membuat Konsep Kesehatan Semesta (Universal Health Coverage) tidak hanya impian semata.

Melalui kolaborasi dokter, bidan, perawat, ahli gizi, tenaga kesehatan masyarakat, dan sanitarian, Pencerah Nusantara turut berkontribusi dalam peningkatan kualitas layanan kesehatan primer di Puskesmas Sukarami, Kecamatan Sungai Rotan. Selama tiga tahun, telah terjadi berbagai pencapaian dalam program-program Puskesmas, yakni :  

Upaya Kesehatan Ibu dan Anak : Desa Sayang Ibu

Program Desa Sayang Ibu, merupakan upaya peningkatan Kesehatan Ibu dan Anak yang berfokus pada peningkatan cakupan K4 (kunjungan ibu hamil ke tenaga kesehatan yang dilakukan paling sedikit 4 kali selama hamil), Linakes (cakupan persalinan dibantu oleh tenaga kesehatan), Linfaskes (cakupan persalinan di fasilitas kesehatan), dan Kunjungan Neonatal (KN) 1. 

Sejak awal penempatan, tim Pencerah Nusantara VI turut terlibat dalam program Kelas Ibu Hamil Pintar, membantu proses kemitraan bidan dan dukun, serta membantu terlaksananya kerjasama dan pertemuan lintas sektor di Puskesmas. Selama 2017-2018, angka cakupan K4 yang semula 81,7% meningkat menjadi 90,2%, cakupan Linakes yang semula 76,6% meningkat menjadi 85,9%, serta KN1 yang semua 77,5% pun meningkat menjadi 95,5%. 

Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat : Payo Posyandu

Melalui program Payo Posyandu, tim Pencerah Nusantara turut berupaya untuk mengurangi angka balita gizi buruk dan gizi kurang. Upaya yang dilakukan meliputi kegiatan peningkatan strata posyandu, peningkatan cakupan D/S, dan penanganan kasus gizi buruk dan gizi kurang 100% di Puskesmas Sukarami.

Selama 2016-2018, angka gizi kurang yang semula 19,8% turun menjadi 13,8%, dan angka gizi buruk turun dari 10,9% menjadi 3,9%. Keberhasilan untuk menurunkan angka balita gizi buruk dan gizi kurang ini didukung dengan serangkaian proses di antaranya pendampingan dan penguatan pelayanan posyandu, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan (nakes) gizi, surveilans gizi, dan advokasi dana desa untuk posyandu. Saat ini telah dianggarkan menu wajib untuk penanganan stunting di dana desa juga operasional posyandu dan posbindu, yang kemudian harus dikawal oleh masyarakat untuk realisasinya.

Upaya Perbaikan Manajemen : Manajemen Prima Puskesmas

Terkait dengan upaya penguatan peran Puskesmas Sukarami sebagai penyedia fasilitas kesehatan untuk masyarakat di Kecamatan Sungai Rotan,  akreditasi Puskesmas menjadi pondasi yang terus dirawat dan dijaga oleh tim Puskesmas Sukarami. Akreditasi Puskesmas merupakan pedoman bagi puskesmas Sukarami untuk terus membenahi kualitas Puskesmas. baik untuk tenaga kesehatannya sendiri, pasien, maupun masyarakat sebagai penerima manfaat.

Berdasarkan penilaian menggunakan instrumen Puskesmas Berprestasi dengan skor penilaian 0-1, sejak 2016-2018 di bidang administrasi dan manajemen puskesmas terdapat peningkatan dari 0,42 menjadi 0,83. Di bidang penyelenggaraan UKM dan UKP meningkat dari 0,25 menjadi 0,66, capaian UKM (Gizi dan KIA) meningkat dari 0,54 menjadi 0,71, dan secara keseluruhan indeks puskesmas berprestasi di Puskesmas Sukarami meningkat dari 0,42 menjadi 0,71.

Indeks FKTP Berprestasi baru dilakukan pada Puskesmas Sukarami sebagai institusi penugasan Pencerah Nusantara. Instrumen ini telah diuji coba selama 3 tahun Pencerah Nusantara dan dapat menjadi salah satu pedoman bagi Puskesmas lainnya untuk meningkatkan mutu. Terbukti dengan adanya Indeks FKTP Berprestasi ini, telah terjadi peningkatan di beberapa poin manajemen pelayanan kesehatan di Puskesmas Sukarami, meliputi; poin administrasi dan manajemen, penyelenggaraan puskesmas dan UKP, pelayanan gizi dan KIA serta indeks Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) berprestasi. 

Pembelajaran Keberhasilan Intervensi Kesehatan

Setelah 3 tahun Pencerah Nusantara berkolaborasi dengan Puskesmas Sukarami, beberapa hal dapat menjadi pembelajaran untuk pembangunan kesehatan di Kabupaten Muara Enim, yakni pentingnya dukungan lintas sektor, penguatan komitmen pemerintah lokal, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan maupun fasilitas Puskesmas, peran sistem pemantauan dan evaluasi program, pentingnya penerapan intervensi berbasis data, serta penerapan perencanaan strategis yang  dilakukan secara konsisten. 

Intervensi langsung yang dilakukan Pencerah Nusantara selama 3 tahun di Puskesmas Sukarami, memang belum dapat menjawab semua tantangan kesehatan di daerah. Namun, perubahan-perubahan positif yang terus diupayakan melalui keberlanjutan program serta kerjasama antara pemerintah lokal, puskesmas, dan masyarakat, secara signifikan meningkatkan kualitas kesehatan di wilayah Muara Enim. (RN)

Selengkapnya tentang Pencerah Nusantara KLIK DISINI !!

Facebook Comments

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.