Unit NICU-PICU RS Rabain Membanggakan

Kamis 25 Juli 2019, sekitar jam 11 siang, saya bersama ibu Elyia Susita, SKM, MM selaku kepala bidang kesehatan masyarakat dan beberapa teman dari seksi kesehatan keluarga berkunjung ke unit NICU-PICU Rumah Sakit HM Rabain Muara Enim dengan maksud tak lain adalah memastikan masyarakat yang dirujuk dari puskesmas dalam Kabupaten Muara Enim mendapatkan pelayanan yang baik sesuai ketentuan.

Setibanya di unit ini, kami disambut ramah oleh salah seorang perawat yang bertugas yaitu ibu Wiwin Afridianti, Skep, Ners

Unit NICU-PICU adalah tempat merawat bayi dan anak yang mengalami kondisi kritis seperti gangguan sirkulasi, syok, bayi berat lahir ringan (BBLR), bayi prematur yang mengalami masalah status pernafasan, gangguan pencernaan, ikterik, sepsis, ketidakseimbangan cairan, elektrolik dan lain-lain.

Karena itu, unit NICU-PICU mesti dilengkapi alat kesehatan pendukung yang lengkap, dan alhamdulillah rumah sakit HM Rabain punya itu semua, jelas ibu wiwin sapaan akrabnya.

Sambil menemani kami melihat satu per satu pasien yang dirawat, beliau juga menjelaskan dengan runut status dan kondisi pasien serta penanganan yang diberikan dan alat apa saja yang mendukung untuk itu.

Melihat kondisi pasien dan alat yang digunakan, ada diantara kami yang datang terlontar pertanyaan "ini alat apa ya?" 

Pertanyaan seperti ini wajar, sekalipun kita yang datang adalah petugas kesehatan, namun perkembangan ilmu pengetahuan teknologi kedokteran sekarang ini sangat pesat dan rumah sakit HM Rabain sepertinya tidak mau juga ketinggalan, unit NICU-PICU mereka dilengkapi oleh alat kesehatan pendukung yang lengkap dan canggih.

Ibu Wiwin lebih lanjut menjelaskan, saat ini unit NICU-PICU sudah dilengkapi monitor, alat ventilator 10 unit dengan berbagai merek, inkubator, infus pump, syringe pump, alat fototerapi, serta dukungan alat laboratorium yang sudah canggih juga untuk pemeriksaan hematologi, kimia, elektrolit, urine dan analisis gas darah.

Dukungan alat kesehatan yang lengkap dan canggih saja tidak cukup, kalau tidak tersedia sumberdaya manusia yang kompeten, pihak manajemen rumah sakit memahami itu, karenanya terus berupaya mengikutkan petugas yang terkait di unit ini untuk dimagangkan dan mengikutkan dalam pelatihan teknis diberbagai rumah sakit terkenal seperti RS Sardjito Yogyakarta dan RSCM Jakarta, dan sampai saat ini sudah ada 10 orang yang sudah ikut pelatihan PICU di RS Sardjito dan 2 orang lainnya sedang pelatihan NICU di RSCM, sambung Wiwin.

Dari penjelasan ini, kami yang datang berkeyakinan bahwa semua pasien yang dirujuk dari puskesmas ke RS HM Rabain yang ditangani di unit NICU-PICU  sudah mendapatkan pelayanan yang sesuai standar, selain itu mengapresiasi upaya-upaya yang telah dilakukan rumah sakit ini tentunya dalam rangka menekan angka kematian bayi dan anak dalam Kab. Muara Enim khususnya dan juga beberapa kabupaten kota lainnya seperti Pali, Prabumulih, Empat Lawang, Pagar Alam dan Lahat karena rumah sakit HM Rabain juga ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan regional.

Terima kasih, selamat bekerja ibu Wiwin dan kawan-kawan di unit NICU-PICU, teruslah berkarya dan berdarma untuk Muara Enim yang lebih baik. (yoes)

 

 

 

Facebook Comments

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.