Workshop Aplikasi Sikda Generik

Senin, 29 April 2019 memasuki hari ke-2 pelaksanaan workshop penerapan aplikasi Sikda Generik bagi puskesmas dalam Kab. Muara Enim dari 3 hari pelaksanaan yang dijadwalkan. Setelah kemaren sekitar jam 10.00 WIB dibuka langsung oleh Ibu Vivi Mariani, S.Si., M.Bmd, Apt selaku Kepala Dinas Kesehatan Kab. Muara Enim bertempat di ballroom hotel Grand Zuri Muara Enim.

Kegiatan ini menjadi program prioritas Kepala Dinas Kesehatan Kab. Muara Enim untuk mendukung Program Berobat Mudah dan Gratis Pemkab Muara Enim dapat berjalan sesuai dengan tujuannya, seperti yang tergambar dalam kutipan sambutan dan arahan beliau saat pembukaan acara di hari pertama;


Hadirin yang berbahagia,

Hari ini, 4 bulan sudah Program Berobat Mudah dan gratis kita jalankan, tentu banyak manfaat yang sudah dirasakan masyarakat, mereka tidak terkendala lagi dari sisi biaya untuk mengakses fasilitas kesehatan ketika jatuh sakit. Masyarakat cukup datang ke Puskesmas dan dan jika harus dirujuk ke rumah sakit pun mereka tidak akan lagi takut dengan biaya di rumah sakit karena semua penduduk kita yang berjumlah lebih kurang 576.105 jiwa sudah tercover dalam kepesertaan BPJS Kesehatan, dimana sekitar 188.153 jiwa atau 32,6% adalah peserta yang iuran preminya dibayarkan oleh Pemerintah Daerah.

Namun dengan terdaftar sebagai Peserta BPJS Kesehatan atau telah memiliki jaminan kesehatan saja tidak cukup akan membuat masyarakat menjadi sehat, kita menyadari itu, banyak permasalahan yang mesti kita tuntaskan bersama antara lain :

  1. Luasnya wilayah Kabupaten Muara Enim, dengan Puskesmas yang hanya ada satu di Ibu Kota Kecamatan, akan sulit bagi masyarakat untuk mengakses layanan kesehatan di Puskesmas, jika petugas kesehatan hanya pasif menunggu di puskesmas, sehingga diperlukan terobosan pelayanan dengan melakukan kunjungan rumah secara berkala oleh petugas kesehatan;
  2. Ketersediaan sarana, prasarana, dan alat kesehatan serta tenaga yang sesuai standar mutlak diperlukan, sehingga dapat dipastikan masyarakat benar-benar mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, dalam hal ini Pemerintah daerah berusaha terus melengkapinya, namun pihak puskesmas penting juga untuk melakukan perawatan dan pengawasan terhadap sarana, prasarana serta alat kesehatan yang dimiliki;
  3. Peran serta masyarakat untuk berperilaku hidup sehat di rumah tangga dan lingkungannya. Sekalipun sudah memiliki jaminan kesehatan bukan berarti masyarakat tidak lagi perlu memelihara kesehatan diri, keluarga dan lingkungan, oleh sebab itu puskesmas dituntut lebih aktif melakukan Komunikasi, Informasi dan edukasi (KIE) kepada masyarakat;
  4. Perbaikan tatakelola pelayanan, bagaimanapun sebuah puskesmas harus mampu memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanannya sehingga mampu memberikan kepuasan kepada masyarakat yang mendapatkan layanannya.

Salah satu bentuk pemanfaatan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam menunjang pelayanan adalah akan diterapkannya aplikasi Sikda Generik di puskesmas.

Aplikasi Sikda Generik ini milik kementerian kesehatan RI yang dapat digunakan secara gratis oleh setiap pemerintah daerah untuk mengintegrasikan sistem informasi kesehatan, aplikasi ini sudah memenuhi standarisasi Sistem Informasi Kesehatan, sehingga diharapkan dapat tersedia data dan informasi kesehatan yang cepat, tepat dan akurat dengan mendayagunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk membantu dalam pengambilan keputusan.


Untuk lebih efektif dan efisien dalam penerapannya, maka aplikasi Sikda Generik akan di bridging dengan aplikasi Pcare milik BPJS Kesehatan yang sudah lebih dulu diterapkan di semua puskesmas, karenanya di hari ke-2 pelaksanaan ini, selain 4 orang narasumber yang di datangkan dari Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kemenkes RI juga ada 2 orang tenaga ahli Informasi Teknologi (IT) dari BPJS Kesehatan Kantor cabang Prabumulih aktif menjadi fasilitator workshop.

Lebih lanjut kepala Dinas Kesehatan dalam sambutannya ;


Hadirin yang saya hormati,

Selain itu informasi yang di dapat bisa digunakan juga sebagai bahan evaluasi terhadap efektifitas dan efisiensi atas upaya selama ini, kemudian untuk perencanaan intervensi masalah selanjutnya benar-benar berbasis bukti sehingga upaya yang dilakukan bisa lebih terukur.

Manfaat lainnya adalah akan mempercepat waktu pelayanan yang berujung pada kepuasan pengunjung serta juga akan mengurangi penggunaan kertas dalam pencatatan dan pelaporan.

Kegiatan hari ini, atas inisiasi dari Dinas Kesehatan dan Pusdatin Kemenkes RI sangat penting dan saya apresiasi. Untuk itu agar diikuti dengan baik dan penuh semangat sehingga dalam penerapannya nanti tidak ditemukan kendala.

Mudah-mudahan usaha bersama untuk terus memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik dapat mempercepat terwujudnya ”Muara Enim Untuk Rakyat Yang Sehat”


Sambil menikmati snacknya, Ibu Kepala Dinas Kesehatan menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 5 orang utusan setiap puskesmas yang ada dengan kategori ; 1 orang Kepala Puskesmas, 1 orang petugas pendaftaran, 1 orang petugas pelayanan, 1 orang petugas apotik dan 1 orang petugas keuangan, sehingga dapat mewakili setiap unit pelayanan yang ada di puskesmas, metode belajar adalah praktek langsung aplikasi Sikda generik yang sudah di bridging dengan aplikasi Pcare.

Lebih lanjut menurut beliau, perbaikan tata kelola layanan dengan penerapan teknologi informasi selain kebutuhan juga merupakan tantangan bagi kita petugas kesehatan yang hidup di era industry 4.0 untuk lebih melek teknologi.

Facebook Comments

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.